Rindu

Kala itu

Hidup menuntut ku, menuntut ku menjadi  manusia yang mandiri

Menuntut ku untuk bisa menikmati hidup disetiap hari

Kala ini

Ku pikir aku harus merenungkan diri

Dan sepertinya aku harus menyukai sunyi

Atau mungkin aku harus mengingin kan sendiri

Agar aku bisa terbiasa disini

Menelusuri jalan yang sepi

Sendiri

Namun kenapa  malah, yang ada hanyalah pandangan kosong disini

Kemanapun aku pergi, bayangan selalu mengikuti

Bayangan tetap bayangan

Tidaklah nyata

Ku ingin berteriak dan memberontak

Layaknya hati yang tidak terima

Hati selalu menyuruhku untuk pergi  

Melarikan diri

Dari kekosongan yang sunyi

Baik, aku akan pergi

Ketika memang otak tidak mampu menyadarkan diri

Mencari manusia

Mencari cari kesibukan

Dan mencari hiburan

Begitu bodoh memang

Padahal aku sudah mengetahui

Bahwa kebahagiaan tidak untuk dicari, tapi untuk diciptakan

Kesana kemari, sudah ku lewati

Yang intinya aku mencari teman . hanya untuk menangkan diri

Hanya untuk meyakinkan diri, bahwa aku baik-baik saja

Namun kenapa tetap sama

Pandangan semakin kabur dan kosong

Kebingungan yang selalu hadir

Kecemasan yang selalu datang

Dan kesepian yang selalu menemaniku

Meski ditengah keramaian sekalipun

Aku menjadi semakin bingung akan diri ini

Aku tidak mengerti

Mengapa aku tidak tenang

Lalu, siapa yang salah dan siapa yang benar

Otak dan hati tidak bisa bersahabat

Kami berdua tidak mengerti tentang diri ini

Apa maksutku?

Aku kenapa?

Mau ku apa?

Ku terdiam

Tetap bersama pandangan kosongku

Lalu sebuah pertanyaan yang tiba-tiba muncul dibenakku

Aku tersenyum

Sebenarnya, siapakah gerangan yang sedang aku rindukan?

Ku menghela napas dan mengangguk

Memberi tanda bahawa aku mengerti

Ah, tak kusangka

Sesulit itu memahami diri ini yang sedang mencari siapakah jiwa yang sebenarnya aku rindukan

paf

Leave a comment