Apakah kau tau sejauh mana rasa ini hidup dalam jiwa?
Hei, aku hanya bertanya kepada angin
Meskipun aku tau angin tidak akan mengerti, apalagi menjawab
Tapi, biarkan aku berbicara tanpa ada yang mendengar
Angin, aku tak tau kapan aku harus menutup rasa ini
Aku sudah berjalan terlalu jauh
Hingga aku tak mampu melihat seorangpun
Sangat jauh
Jauh hingga kau tak sadar bahwa kau selalu hadir di ingatanku yang setiap pagi membangunkanku
Sejauh kau tak bisa melihat aku yang selalu mendengarmu tanpa ada dihadapanmu
Sejauh senyum sederhanaku yang tersimpan rapat terkunci oleh setitik sudutmu yang nampak dari belakang
Apalah jiwa ini yang tak mampu mengatasi emosi terhadap separuh raut wajah mu itu
Hembusanmu saja sudah membuatku tak karuan
Apalagi mendengar tawamu
Angin yang terkadang bergerak dengan kencang, kadang pelan
Angin yang terkadang membuatku kedinginan, namun kadang menyejukkan
Angin yang hanya menjadi teman
Semua orang percaya bahwa angin ada
Meski tak ada yang bisa melihat dan menggapainya
Lalu aku adalah orang
Orang yang merasakan kehadiran angin
Tanpa bisa melihatnya yang tidak akan mungkin bisa aku gapai
Aku sangat bahagia bisa merasakan angin
Meski kadang terasa sangat dingin dan menakutkan ketika ia bergerak dengan kencang
Tapi aku ingin kau tetap menjadi angin
Karena manusia dan bumi ini tidak akan bisa hidup tanpa angin
Ku harap, kau tetap menjadi angin yang menyejukkan
Bersama burung-burung dan juga pohon yang menggugurkan daunnya
paf, 17 Mei 2020