Hai manusia, kali ini aku ingin berbicara sedikit tentang hal yang berhubungan dengan kebahagian. Setiap orang pastinya mempunyai pendapat yang berbeda-beda mengenai hal ini. Semua orang berkata bahwa bahagia itu sederhana. Iya, memang benar. Sangat sederhana. Tapi, ukuran kesederhaan itu, tiap masing-masing orang juga berbeda. Terkadang ukuran kesederhanaan juga bisa berubah-ubah. Tanpa memandang waktu dan keadaan. Tidak pula stabil untuk bisa dirasakan kapan saja. Disaat kita sedang membutuhkan nya malah susah untuk didapatkan dan dirasakan. Kadang juga disaat kita lupa dan tidak benar-benar membutuhkan nya tiba-tiba datang begitu saja kebahagiaan. Mungkin bagi aku dan beberapa orang, terselesaikan nya sebuah tugas dan progres bisa membuat bahagia. Sedangkan tidak terselesaikan nya progres dapat membuat diri tidak bahagia atau sedih, stres, dan tidak percaya diri akan segala hal. sebenarnya hanya sesimple itu cara untuk bisa membuat diri ini bahagia. Namun, disaat dalam perjalanan menyelesaikan sebuah progres atau pekerjaan, akan selalu ada cobaan yang membuat kita malas, lupa, dan enggan untuk menyelesaikan tugas maupun pekerjaan tersebut. Disaat itulah yang dimaksut diri sedang membutuhkan seseorang untuk bisa hadir dalam kehidupan. Berada diposisi bawah memang terlalu sulit bagi kita semua untuk bangkit kembali. Jika dilakukan dengan sendirian. Jadi, diri perlu dan membutuhkan orang lain untuk membantu diri bangun dari tidur dan naik dari bawah jurang. Namun, masalahnya disini adalah, tidak selalu orang bisa hadir dengan tepat waktu disaat kita sedang membutuhkan nya. Jadi, mau tidak mau diri harus siap siaga menanganinya sendirian. Untuk mencari cara agar bisa keluar dari zona tersebut. Permasalahan ini, mungkin berlaku bagi orang-orang yang masih belum menemukan rumah. Rumah yang mana mereka bisa pulang disaat sedang lelah. Rumah dimana tempat untuk mengaduh. Rumah yang bisa menenangkan. Rumah sebagai tempat istirahat. Rumah untuk tempat bercerita tentang segala hal yang ingin kita luapkan. Disaat itulah, diri tidak bisa berdamai dengan keadaan. Yang diri lakukan hanyalah terus mencari. Mencari rumah dan menghinggap dimana saja. Di tempat yang bisa menerima diri. Saat itulah kehadiran orang asing berperan. Orang asing seringkali melontarkan kalimat-kalimat sederhana kepada orang asing lainnya. Dan sering kali juga kalimat-kalimat itu menjadi mantra. Yang tiba-tiba bisa merubah kehidupan manusia-manusia terpuruk. Meski hanya sepatah dua patah atau lebih yang dapat dikatakan oleh orang asing, hal itu sangat bermakna dan berguna bagi diri yang sedang sangat membutuhkan. Maka jadilah orang asing yang baik dan berguna untuk orang lain. Jikalau memang lingkungan dan keadaan tidak bisa menerima mu. Diluar sana masih banyak yang membutuhkan mu. Terima kasih untuk orang asing yang pernah hadir dalam gelapku. Kau menerangi jalan ku disaat aku sedang tersesat.
Orang Asing.
Published by Putri Ayunda Fatimah
Well, I just wrote my feelings down. And stringing it into beautiful sentence. It is not perfect actually. But, Hopefully you guys can feel and enjoy it. Thank you :) View all posts by Putri Ayunda Fatimah
Published